Work Shop Yayasan Al Asyhar 2025







 

Alhamdulillah, pada hari ini, 26 Juli 2026, kita diberi kesempatan dan kesehatan untuk hadir dalam kegiatan yang sangat penting dan bermakna, yaitu Workshop “Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik untuk seluruh pendidik di bawah naungan yayasan ini.

Mengapa Workshop Ini Penting?

Kurikulum bukan hanya sekumpulan standar, kompetensi dasar, dan target pembelajaran, tetapi merupakan roh pendidikan itu sendiri. Di tengah dinamika zaman, perubahan sosial, dan tantangan teknologi, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi. Guru perlu menjadi penyampai makna, penanam nilai, dan penyentuh hati siswa.

Maka lahirlah gagasan besar tentang “Kurikulum Berbasis Cinta”, yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan hati sebagai pusat pendidikan, di mana relasi antara guru dan siswa dibangun atas dasar empati, kasih sayang, dan penghargaan terhadap proses belajar. Pendidikan bukan hanya mengisi pikiran, tetapi juga membangun jiwa dan karakter.

Sejalan dengan itu, muncul pula konsep “Pembelajaran Mendalam” (Deep Learning) — bukan sekadar mempercepat capaian materi, tapi mengajak siswa menyelami makna, mengaitkan pembelajaran dengan realitas hidup, serta menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.

Tujuan Workshop

Workshop ini dirancang untuk:

  1. Mengenalkan pendekatan kurikulum yang menumbuhkan koneksi emosional positif antara guru dan peserta didik.
  2. Membekali guru dengan strategi pembelajaran mendalam yang menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
  3. Membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan yang berhasil adalah yang mampu menyentuh hati siswa dan membentuk karakter, bukan hanya mencapai skor akademik.

Harapan

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di lingkungan Yayasan Al Asyhar:

  • Memperkuat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam proses pendidikan.
  • Mampu menyusun dan menerapkan kurikulum yang memerdekakan siswa untuk berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cinta.
  • Menjadi teladan dan fasilitator pembelajaran yang hadir secara utuh — bukan hanya secara fisik, tetapi juga dengan hati dan jiwa.

Karena pada akhirnya, pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang mengubah manusia dari dalam — dan perubahan itu hanya bisa terjadi bila cinta menjadi landasannya.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran di seluruh unit pendidikan di bawah Yayasan Al Asyhar dan menjadi bagian dari ikhtiar besar mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan penuh kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar